November's Roundup: My efforts finally paid off!

| On
11:22:00 PM

Hi everyone! I know I've been MIA for couple of weeks. I've been busy with things. Sorry huhuhu x_x. November udah abis banget nih? Cepet banget sihhhh. 2017 tinggal hitungan hari banget? Yaampuuun. Tapi gapapa, minimal, perjuangan setahun belakangan ini terbayar sudah, meski belum sah lunas, tapi yang penting udah terbayar. Alhamdulillah. Jadi, perjuangan apa yang saya hadapi sebulan ini? Here's the story...

1. (Un)officialy Sarjana Psikologi

16 November 2016, sekitar pukul 9 pagi Alhamdulilah saya sudah dinyatakan lulus dan bergelar S. Psi (meski belum resmi). Ya, setelah drama berkepanjangan dan hampir membuat saya depresi, akhirnya skripsi ini menemui akhirnya. AlhamdulillahGimana rasanya sidang tepat di hari teman-temanmu wisuda? Deg-degan sekaligus lega. Deg-degan karena takut kalau-kalau harus mengulang drama lagi dan lega karena akhirnyaaa beneran bisa lulus sebelum ketemu sama temen-temen yang wisuda di hari itu.

Dua hari menjelang sidang psikosomatis, mulai dari demam sampai maag. Tersiksa banget rasanya. Untungnya masih bisa makan, jadi kondisi badan masih oke meski badan adem panas dan perut rasanya seperti ditusuk-tusuk. Setakut itu. Segrogi itu. Nangis? Jelas. Pagi hari menjelang sidang pun masih sempet nangis, waktu ditelpon bapak & ibuk. Hiks.

Jadwal sidang jam 07.30, tapi jam 06.53 sudah sampai ruangan. Senewen ga ada abisnya. Sempet haha-hihi dengan Pak Wagiman (urusan akademik), tapi tetep aja gemeteran dan grogi ga ilang. Semakin grogi ketika sudah jam 07.20 belum ada satu dosen pun yang hadir, termasuk ibu DPS saya. Rasanya udah lemeees. Dosen penguji pertama datang, lalu dosen penguji kedua datang tepat pukul 07.30. Krik krik banget. 07.40 ibu DPS belum juga datang dan "Ga jadi sidang ya ini, Mbak?" membuat saya semakin tegang. Bodohnya, hape saya ketinggalan di tas yang saya titip ke teman di mobilnya. Otomatis gabisa berkabar dengan ibu DPS :(

07.45, "Gimana ini, Mbak? Ibu sudah dihubungi? Coba ke akademik...". Sambil menghela nafas saya berlari menuju ruang akademik, Pak Wagiman ikutan panik dan langsung mencoba menghubungi Ibu DPS. Baru juga gagang telepon diangkat, si Ibu sudah nongol di depan pintu. Huhhhh senam jantungnya udah masuk ke fase pendinginan. Berdua berlari menuju ruang sidang dan sidang dimulai.

Gimana sidangnya? HAHAHAHAHA. Penonton sidang aja ikutan tegang, gimana saya? Penguji saya kebetulan duo maut: dosen ahli psikologi pendidikan, ahli statistika, ahli psikometri, sangat senior. Beruntung sekali bukaaaan? Teori kena, metodologi kena, statistika juga kena, tapi... lucunya... "tapi kamu ini S1 ya, bukan S2".... "Oh saya lupa ini sidang skripsi, bukan tesis"... ya gitu, sidang skripsi berasa sidang tesis. "Maafkan saya bapak-bapak, ini masih skripsi, belum tesis, standarnya tolong diturunkan. Saya nggak paham sedetail itu, Prof" rengek saya dalam hati :((((

Sebenernya lucu kan ya? Lucu, iya, lucu soalnya udah lewat. Waktu itu sih rasanya udah mau pingsan aja trus pas bangun udah ikutan wisuda temen-temen di GSP wkwkwk. Ternyata saya kuat lho saat itu, kalo gaboleh dibilang ngeyel sih. Nggak tau ya jawab nggak tau, lupa ya bilang lupa trus nyontek ke naskah skripsi baru jawab lagi, kalau udah "gemes" ya "mohon maaf Prof, saya masih S1" Hahahaha. Tetep sih keluar ruangan nangis sambil dipelukin temen-temen yang dateng. Nunggu pengumumannya juga senam jantung. Hopeless. Eh, ternyata lulus. Diketawain pula gara-gara sempet nangis. Malu, tapi seneng hehehehe :DDD

2. Cerita bersama Ibu DPS
Selama mengerjakan skripsi penuh drama ini, sudah tiga kali saya dibuat nangis oleh ibu DPS karena kata-katanya yang sungguh meruntuhkan kekuatan saya menahan air mata yang jatuh. Kalimat yang membuat saya bangkit, merasa dihargai dan merasa dibela, bahwa kesalahan saya adalah: beda "aliran" dengan salah satu dosen penguji. Kalau dari awal tahu bakal diuji oleh siapa, tentu saya tidak akan "memilih aliran yang salah", kan? Hehe. Begini kalimat-kalimat beliau...
"Ibu, maaf skripsi saya masih banyak celahnya :("
"Tidak apa-apa, Novi. Justru Ibu yang harusnya minta maaf, Ibu tidak bisa membela Novi lebih jauh. Ibu pikir ini sudah kuat, di lapangan memang ditemukan masalah, sudah ada jurnal pendukungnya, bahkan ada tesis bimbingan Prof. A dengan tema serupa. Ibu sudah menyampaikan argumen yang Novi kemukakan, tapi karena beliau memiliki pandangan berbeda, beliau ahli di bidang ini, dan sudah sepuh, jadi ketika beliau tetap menyanggah, Ibu sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Kita mengalah saja ya. Ayo sekarang kita bekerja lebih keras. Novi siap, kan? *sambil mengepalkan tangan*"
Siapa yang nggak nangis coba dibelain mati-matian sama DPS? Beneran dibelain. Dibesarkan hatinya. Dikuatkan hatinya. Sungguh beruntung mendapatkan DPS seperti beliau :"). Lalu, suatu hari ditengah kekalutan luar biasa dan harus bimbingan, saya tetap berusaha tegar...
"Novi, Ibu bangga sama kamu. Kamu kuat. Kamu tangguh. Ibu tau ini nggak mudah, jangan nyerah ya. Seperti penelitianmu, efikasi diri dibutuhkan saat menghadapi situasi sulit. Ibu lihat efikasimu tinggi, Ibu bangga. *sambil mengacungkan jempol*"
Yang terakhir, adalah saat pengumuman hasil sidang skripsi. Siapa yang nggak terpikirkan tentang kemungkinan terburuk setelah menghadapi sidang yang sangat menegangkan dan seolah penguji tak bisa puas dengan jawaban dan argumen yang disampaikan? Ditambah saya sudah dalam keadaan sangat down dan tidak fokus ketika ibu DPS hanya bilang: "Novi diberikan waktu untuk memperbaiki catatan-catatan yang tadi di sidang sampai 16 Desember." Saya udah pasrah, lalu memikirkan kemungkinan untuk tetap bisa lulus sebelum hari ulang tahun dan melakukan proses "bargaining" tanggal sebelum ibu berangkat ke Jepang tanggal 22 November.... sampai ibu bilang:
"Lho, siapa yang nyuruh kamu sidang ulang? Kamu lulus Novi. Kamu nggak perlu sidang lagi :)))) *tertawa bahagia*
"Ibuuuuu, saya lulus? Beneran? Huahahahaha *nangis tapi ketawa*" 
Bonus, setelah foto-foto dan sebelum meninggalkan ruangan sidang, Ibu DPS memeluk saya dan berbisik: "Novi, Ibu bangga sama kamu! :)". Mau nangis lagi udah malu, tadi udah nangis kejer waktu dinyatakan lulus :p

3. Brand new age!

Happy birthday to me!

How old are you, gaes? Well, I know it's kinda privacy for several people cause sometimes it's like a very sensitive issue to be asked. It happens to me sometime. I mean being too sensitive about age. Plus, when after being asked, the person who ask saying like "OMG you're so old". Oh. Please. Shut up. Like you will be as older as me. That's my highest level of sarcasm. HA!

Menginjak umur ke-23 (ehem), rasanya semakin kecil keinginan untuk mendapatkan suprise, ucapan selamat, bahkan kue-kue dan semacamnya. Itu kue di foto dari Masaldo, kebetulan lagi ngabisin jatah cuti tahun ini jadi bisa pulang. Nggak tau juga pagi-pagi sebelum jemput buat pergi Masaldo sempet turun gunung sampe Jakal bawah buat cari kue dulu, kurang kerjaan. 

Padahal h-1 minta maaf gabisa kasih surprise atau kue-kuean (kayak biasanya ngasih aja mas wkwkwk :p) karena gabakal sempet. Iyalah Sabtu pagi sampe malem pergi sama saya, padahal baru nyampe Jogja Jumat malem. Udah kebiasa gapernah ngerayain bareng sih, jadi ya biasa aja ga dikasih surprise. Tau-tau ada paket nyampe h-1 sampai h+1 aja di kos atau di kantor aja udah bahagia :))))

Let me recall my last(?) year as 22 years-old girl. Itu lho, "I don't know about you, but I'm feeling twenty twooo~", seolah lagu wajib bagi yang mau menginjak umur ini, kayak yang akhirnyaaa bisa merasakan lagu ini beneran wkwk. Pokoknya, yang jelas, there are much things I'm grateful for.  LDR beda pulau, menjadi asisten dosen super perfeksionis dan intimidatif, supervisor praktikum kuliah, krisis pertemanan, drama skripsi, honor asisten yang tak kunjung turun, pindah kosan, temen-temen lulus duluan, temen-temen mulai meninggalkan Jogja, rebranding blog, duit abis buat penelitian dan banyak lainnya. Menantang dan membuat saya semakin kuat. Semakin mudah bersyukur. Alhamdulilah :)

4. My first graduation project

Proyek dadakan yang aslinya bantuin temen malah jadi pengalaman pertama jadi fotografer wisuda. Sejak awal belajar memakai kamera, sebenernya ga ada cita-cita untuk mengkomersialkan hobi ini. Toh ya daridulu cuma jadi fotografer event-event sekolah dan kampus doang, belajar juga otodidak, modal googling dan otak-atik sendiri tombol-tombol di kamera.

Dulu sih kepuasan saya dalam memotret adalah kalau hasil jepretan saya dijadikan profil picture facebook atau avatar twitter, sesederhana itu wkwkwk. Kalau sekarang, mungkin kalau hasil foto diupload ke instagram kali yaa? hahaha. Sebenernya periode-periode wisuda sebelumnya saya dimintai tolong untuk mengabadikan momen wisuda beberapa teman, namun saya masih terkendala skripsi jadi belum bisa melayani permintaan mereka. Baru deh periode November ini, Ayung adalah "pasien" pertama saya. Super dadakan, untung ada satu hari yang cocok dan alhamdulilah cuaca bagus.

Kesimpulan saya saat melakukan proyek ini adalah, ternyata, jadi model itu susah, pantes bayarannya mahal wkwkwk. Terus, saya menjadi merasa cupu karena ga pinter mengarahkan gaya. Ya, sendirinya juga kalau difoto gayanya itu-itu aja, jadi kalau disuruh ngarahin gaya, takut yang difoto ga nyaman. Jadi ya biasanya saya sih senyamannya orang yang difoto aja. Saya mah ngikut ajaaah. Nanti kalau udah banyak pengalaman juga pinter sendiri :p

5. Rencana liburan!
Akhirnya! Beneran bisa merencanakan liburan. Iya, baru merencanakan aja udah bahagia gini. Seolah mendapatkan angin segar setelah drama skripsi berkepanjangan. Lelahnya butuh disembuhkan dengan main-main. Kemana? Hmmm rahasia, nanti kalau udah terealisasi akan saya ceritakan di sini. Jadi, bagaimana November kalian? Menantang? Menyenangkan? Melegakan? Share yuk :D
24 comments on "November's Roundup: My efforts finally paid off!"
  1. Selamat untuk kelulusannya ya mba :)
    Jadi inget masa2 sidang menegangkan dulu...alhamdulillah sudah terlewati :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, terimakasih Mba Nur. Kalau udah lewat rasanya lega banget yaaaa :)

      Delete
  2. Wah selamat menjelang usia menuju kedewasaan ya, 23 hehe
    Iya aku juga sama, klo makin ke sini uda ga gitu ngarep dikasih surprise

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Mba Nita :)
      Malu sama umur Mba kalau masih ngarepin surprise wkwkwk *padahal sadar diri ga ada yang mau ngasih surprise :p*

      Delete
  3. WAh selamat ya mbak..
    ane lulus 2012 yang lalu :-/ lulus SMK tapi.. #Huhuhu..
    Ohh ya.. rencana liburanya udah dilist belum?? wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih! Ayo lulus lagi wkwkwk :p
      Alhamdulilah kalo list sih udah dari kapan tau dibuat, anggarannya yang belum ada x_x

      Delete
  4. Selamat kelulusannyaaa, semoga ilmunya bermanfaat terus :D aku baru mau ambil skripsi smest depan tapi deg2annya dari sekarang ngebayangin gimana perjuangannyaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, terimakasih yaaa! Ga usah dibayangin, langsung dikerjain aja biar mantaps hahaha jangan takut, ga sesusah yang dibayangkan koook:p

      Delete
  5. Hahaha selamaaat yaaa sudah sukses menyelesaikan pendidikan strata 1 nyaa. . Semoga ilmunya barokah dan bisa bermanfaat untuk sekitar. Selamaat datang ditahun ke23 jugaa ya mbakk. Sehat sukses dan bahagia selaluu. Aamiin. .

    Salam kenaaal 😄🙏

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, terimakasih yaaa ucapan dan doanya :D

      Salam kenal juga :)

      Delete
  6. Congraduations dan happy late birthday kak Novi! Seems like this November is a great month for you❤️‍❤️‍

    ReplyDelete
  7. Selamat mbaaak!
    semoga setelah ini semua rencanamu dimudahkan oleh Allah SWT amin!

    ReplyDelete
  8. selamat wisuda mbak sukses terus kedepannya ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wisudanya belum kok hihi masih besok Februari, tp terimakasih yaaa :D

      Delete
  9. Selamat ulang tahun, selamat buat kelulusannya, selamat selamat, banyak juga selamatnya, hehe.. Sukses selalu ke depannya.

    Saya pun jadi nostalgia masa" sidang skripsi dulu, jadi buronan kampus, tapi alhamdulillaah lulus juga, haha..
    Salam kenal ya 😄

    ReplyDelete
  10. Selamat mbak kelulusannya, happy birthday juga ya
    Ayo resolusi 2017 nya jadi fotografer aja biar kita miyip hihi..

    ReplyDelete
  11. Kereen, super duper combo happiness.. Selamat lulus, ulangtahun dan liburan yaa.. Makin semangat berkarya juga yaa... masih muda gitu looh :D

    ReplyDelete
  12. Selamat Noviii atas kelulusannya :D n happy birthday jugaaa. bahagia banget ni pasti.

    ReplyDelete
  13. Pertama dan utama sekali, saya ngucapin selamat atas kelulusannya ya, sekarang ngadepin dunia yang sebenarnya.

    Dulu juga saya sempat grogi sewaktu ngadepin sidang skripsi, tapi nggak sampe demam dan maag gituh. Yah paling koma doang

    ReplyDelete
  14. selamat menempuh proses kehidupan yang sebenarnya

    ReplyDelete
  15. Seandainya aku tahu kamu buka "project dadakan" itu :') Pasti udah minta tolong ke kamu deeeh heheuu. Postingan terakhir bulan November. Ditunggu yang paling baru yah :3

    ReplyDelete
  16. Halo sarjana psikologi dan anak umur 23 taun :B

    ReplyDelete

Comments are loved. I read every single of them. Make sure you use active profile when leave comment so I can visit your blog too. By the way, don't hesitate to follow my blog because I'm following back! Have a pleasant visit and don't forget to come back! ❤

Custom Post Signature

Custom Post  Signature