Kenapa Kosmetik dan Skin Care Harus Halal?

| On
5:59:00 PM
Photo Source: The Halal Times
Sejak sadar untuk mulai merawat kulit, saat itu pula saya memutuskan untuk beralih hanya menggunakan kosmetik dan skincare halal. Kenapa? Sebagai seorang muslim, kehalalan suatu produk merupakan hal yang patut dipertimbangkan dalam kehidupannya. Dulunya sih, saya berpikir bahwa "halal" itu hanya untuk sesuatu yang dikonsumsi (makanan dan minuman).Tapi, suatu hari ketika saya sedang surfing dan menemukan sebuah ulasan tentang pentingnya menggunakan produk kosmetik yang halal. Sejak itu pula saya mulai mempertimbangkan untuk memilih dan menggunakan produk kosmetik yang sudah halal.

Hal ini juga saya sadari ketika saya sedang sibuk mengurusi sebuah kegiatan tahunan yang rutin diikuti ekstrakurikuler saya di SMA. Saya memang bukan peserta, tapi saya semacam tim sukses gitu, jadi saya terlibat dalam setiap persiapan yang dilakukan. Oh ya, kegiatan ini bernama PDT singkatan dari Pengembaraan Desember Tradisonal, kegiatan yang setiap tahun diadakan oleh Pramuka Kwarcab Kota Yogyakarta. Bentuk kegiatannya adalah dengan long march yang biasanya dilaksanakan mulai tanggal 26-29 Desember menelusuri rute-rute yang telah ditentukan dan bermalam di basecamp yang telah disediakan.

Sebagai ABG, obrolan tentang bekal kosmetik tentu tidak dapat dihindari dari para peserta perempuan. Bekal paling penting adalah tabir surya atau sunblock, namanya juga selama empat hari melakukan perjalanan, nggak mau dong ya kalau pulang-pulang gosong, ya walaupun tetep gosong sih, tapi kan kulit tetep terlindungi. "Eh, pake punyaku aja, aku udah dibeliin ibu yang kemasan besar. Udah halal lho, jadi aman buat sholat!", ujar teman saya yang lebih dulu "kenal" dengan berbagai macam dan merk kosmetik. Lalu obrolan dilanjutkan dengan keuntungan dan kelebihan memakai produk kosmetik halal, terlebih bagi kami yang mayoritas muslim.

Dari ulasan blog dan obrolan tersebut, saya menyimpulkan bahwa the basic and obvious reason is karena saya sadar kalau sholat harus suci dari najis. As simple and  as complicated as that. Logika sederhana menurut saya adalah karena semua produk kosmetik itu didesain untuk menempel atau menyerap, bukan dibilas --dihilangkan dengan air. Beda dengan sabun mandi atau shampoo yang memang didesain untuk dibilas, tanpa meninggalkan bekas di kulit, jadi saya lebih santai meskipun prefer pakai yang sudah halal juga sih. Dan, justru sabun dan shampoo memang berfungsi untuk membersihkan kotoran yang menempel di debu, kan?

Pada saat saya mulai mempertimbangkan untuk menggunakan kosmetik halal adalah sebuah keharusan, saya memiliki pemikiran bahwa skincare yang baik didesain untuk bisa menyerap ke dalam lapisan kulit. Nah kalau sudah menyerap artinya tidak bisa hilang meski sudah dibilas dengan air atau mandi kan? Kalau hilang dengan mandi ya apa gunanya pakai skincare hehehe. Coba bayangkan bagaimana kalau skincare yang kita gunakan untuk merawat kulit justru merupakan barang najis dan menjadikan sholat kita tidak sah tanpa kita sadari? Udah wudhu berkali-kali tapi tetap najis, ya karena memang khasiat skincare yang dipakai sudah terlanjut meresap, tidak bisa hilang hanya dengan berwudhu saja. Hiiii~ Naudzubillahimindzalik....

Beda lagi dengan make up yang didesain untuk hanya menempel dan stay di kulit. Meskipun tidak sampai meresap seperti skincare, make up yang menempel pun tidak semudah itu juga terhapus dengan berwudhu. Semakin bagus make up, semakin tahan lama, kan? Coba deh cermati di review-review dari para beauty guru, maskara, eyeliner, dan pensil alis yang luntur setelah berwudhu pasti diberikan penilaian yang kurang baik. Penilaian "tetap stay meski sudah dipakai wudhu" dijadikan poin tambahan kan? Nahlo.

Saya sendiri sih belum sesering itu memakai alas bedak, hanya di occasion tertentu macam kondangan saja biasanya. Hari-hari saya langsung memakai bedak tabur setelah menggunakan pelembab, beda dengan kebanyakan perempuan yang saya tahu yang sering memakai bb cream, cc cream, foundation, you name it lah dalam kesehariannya. Oh, ya, sunscreen juga. Alas bedak ini apakah setelah wudhu jadi bersih? Like literally bersih? Nggak, jelas enggak. Bahkan untuk bisa bersih secara sempurna tidak cukup hanya menggunakan sabun muka lho. Makanya ada produk yang bernama make up remover, cleanser dalam bentuk minyak, susu ataupun balm, atau yang lagi digandrungi sekarang adalah micellar water.

Jadi, apakah kamu sudah yakin telah tersucikan hanya dengan berwudhu setelah menggunakan produk-produk itu? Dan jangan lupa juga, skin care dan make up kita pakai dengan sadar, kita sendiri yang dengan sengaja mengaplikasikannya ke kulit. Bukan tidak-sengaja-terkena seperti najis lain misal kotoran hewan. We choose to put those products on our skin, so why don't we choos the halal ones? 

Setelah itu muncul pertanyaan, kosmetik yang halal itu yang gimana sih? Susah-susah gampang sih sebenernya buat tahu produk yang kita pakai halal atau enggak. Paling mudah adalah produk lokal (buatan Indonesia) yaitu dengan mencari yang sudah dilabeli halal oleh MUI, contohnya Wardah dan kawannya, Sariayu, Viva,  Zoya, Garnier, Purbasari, Fanbo, Marcks, Vitalis, Marina, dan lain-lain, bisa cek sendiri di web LPPOM MUI.

Ohya, untuk beberapa kosmetik yang belum ada sertifikasi halal dari MUI atau sudah berlabel namun tidak tercantum lagi di daftar terbaru MUI, saya perlu berhati-hati dengan mengenali produsen produk tersebut. Misal Mustika Ratu, Inez, La Tulipe meskipun diproduksi oleh produsen yang terpercaya, namun pada saat saya akses web MUI beberapa bulan lalu tidak ada di daftar. Prasangka baik saya mengatakan hal ini bisa jadi dikarenakan masa berlaku sertifikat sudah habis atau sedang dalam proses perpanjangan. Nah untuk kasus ini bisa dicek langsung ke website resminya yang biasanya sudah menyediakan FAQ, atau kalau tidak ada bisa bertanya lewat e-mail yang tercantum di website tersebut. Iya, saya prefer mengirim e-mail dibanding menanyakan lewat media sosial (instagram, twitter, facebook), lebih puas dan lebih yakin karena menurut saya yang membalas e-mail pasti bukanlah sembarang admin.

Untuk produsen yang sudah lama dan dikenal saja perlu berhati-hati dan berkala mengecek status halalnya, apalagi dengan produk-produk baru yang saat ini muncul di pasaran. Saya memang konservatif sekali untuk urusan ini, karena saya pribadi kurang percaya dengan produsen yang baru saja berdiri karena bahaya laten abal-abal. Apalagi, tren yang ada sekarang adalah banyaknya produk yang ingredients dan klaim saja tidak sama bisa mendapatkan izin edar dari BPOM, lalu diendorse oleh banyak selebgram atau seleb beneran yang belum tentu paham (dan jelas nggak pake beneran) skincare itu. Ngeri kan? Ngeri kan? Trus, banyak pula sekarang yang jualan krim dari dokter, dokternya siapa juga ga jelas. Saya heran, produk beginian laris di pasaran. Dampak pesatnya perkembangan teknologi yang tidak diimbangi dengan perkembangan mental. Sad life.

Secara umum, definisi produk yang memenuhi syarat halal sesuai syariat Islam adalah yang tidak mengandung babi dan bahan yang berasal dari babi; semua bahan yang berasal dari hewan harus dari hewan halal yang disembelih menurut tata cara syariat Islam; tidak mengandung khamr dan produk turunannya; serta tidak mengandung bahan lain yang diharamkan atau tergolong najis seperti bangkai, darah, dsb. Makanya, untuk produk import, saya memilih produk kosmetik yang vegan atau vegetarian untuk amannya. Kedua jenis produk ini menghindari kandungan hewani yang selama ini jadi tersangka atas halal atau tidaknya suatu produk. Selain itu, label vegan di luar negeri memang menjadi tambahan nilai jual dari suatu produk, jadi pasti lebih mudah ditemukan penjelasannya dari brand tersebut.

Saya juga belajar bedanya cruelty free and vegan cosmetics. Beda lho ya, cruelty free bukan berarti bebas dari kandungan hewani. Boleh tanya google sendiri untuk lebih banyak referensi. Di sini saya mencoba menyimpulkan dari beberapa bacaan dari google juga, bahwa:
Cruelty free cosmetics -- adalah kosmetik yang tidak melakukan animal testing atau tidak melakukan percobaan pada hewan. Jadi cruelty free belum tentu tidak mengandung unsur hewani.
Vegan cosmetics -- adalah produk kosmetik yang tidak menggunakan bahan yang berasal dari hewan sama sekali, sama sekali.
Vegetarian cosmetics -- adalah produk kosmetik yang hampir sama seperti vegan cosmetics, bedanya adalah produk ini masih menggunakan unsur hewani seperti madu, beeswax dan bahan lain yang sepanjang pengetahuan saya tidak diharamkan oleh Islam.
Beberapa produk luar negeri yang kebetulan saya pakai dan saya tahu merupakan produk vegan/vegetarian adalah:
  • Colourpop --hampir semua produk adalah vegan
  • E.L.F -- hampir semua produk adalah vegan
  • Hada Labo -- ada di FAQ website resmi
  • NYX
  • Pixi -- beberapa produk adalah vegan
  • The Body Shop -- ada di website resmi yang menyatakan halal dan vegetarian
  • The Balm
  • Wet n' Wild -- hampir semua produk adalah vegan

Merk lain bisa cek sendiri di cruelty-free brand list, vegan lifestyle guide, atau cruelty-free kitty. Agak sedih sih sebenernya ada beberapa produk yang saya punya yang ternyata masuk ke dalam area abu-abu atau bahkan tidak termasuk ke dalam list vegan/vegetarian cosmetics di web tersebut. Untungnya saya belum koleksi terlalu banyak merk, jadi ya sebenernya nggak sedih-sedih banget. Cuma lebih berhati-hati aja besok kalau mau beli-beli kosmetik lagi Balik lagi, we choose to put those products on our skin, so why don't we choos the halal ones? Bismillahirahmanirrahim....

Saya bukanlah ahli haram atau halal,bukan juga perempuan ahli agama. Saya hanyalah perempuan muslim biasa yang sedang berusaha memberikan opini tentang ketertarikan saya untuk selalu memakai produk yang halal di kehidupan sehari-hari. Semoga istiqomah dan semoga bermanfaat :)
31 comments on "Kenapa Kosmetik dan Skin Care Harus Halal?"
  1. Terima kasih penjelasannya ya mba. Tapi ya tak banyak kosmetik yang menggunakan label halal pada produknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih Mba, makanya perlu hati-hati kalo mau pilih-pilih skincare.

      Delete
  2. Terima kasih infonya :) Penjelasannya masuk akal banget dan sering nggak disadari banyak orang. Tapi aku jadi nggak bisa bebas pakai produk dari Althea dong 😢 Padahal sudah cocok sama facial wash asli Korea

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamudilah tulisan saya bermanfaat hehehe cari tau aja Mba, kali aja kosmetik korea vegan juga hehe

      Delete
  3. emang ad kosmetik yg haram gitu? #tanyawanita

    ReplyDelete
  4. baru tahu malahan kalau perawatan kulit juga harus diperhatikan aspek kehalalannya, makasih mbak pencerahannya. untungnya saya pakai the body shop dan ternyata udh halal ya, ga jd panik deh, tetep halal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sama-sama Mba. Bahagia ya kalo ternyata yang dipake udah halal :D

      Delete
  5. Nice post mbaaaak..:)
    Betewe blognya baguuuus~~~

    ReplyDelete
  6. Kosmetik yang halal penting bgt dah, selain makenya nyaman juga tentu faktor kehigienisannya udah sangat diperhatikan dan terjaga kualitasnya.

    Disini peran BPOM sangat berperan dalam menentukan halal atau tidaknya sebuah produk kosmetik dan lain2nya... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selain itu juga kesdaran diri akan kebutuhan menggunakan kosmetik yang halal juga ga kalah penting, Mang. Apalagi untuk kosmetik-kosmetik yang bukan produksi dalam negeri, perlu secara aktif cari tau bahan-bahan yang terkandung di dalam produknya :D

      Delete
  7. Wah pembahasan yang menarik nih, meski bicara kosmetik tapi ada kajian ilmiahnya juga
    Sebenernya aku suka the bodyshop cumahhh mahal hihiii , kunjungan balik nih, slm kenal ya novi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ga ilmiah banget sih Mba hihihi terimakasih sudah berkenan mampir balik Mba Nita :)

      Delete
  8. Baru baca ini dan sedikit tercerahkan. Ternyata walaupun kosmetik populer belum tentu dijamin kehalalannya ya. Hmmm, harus segera cek satu per satu kosmetikku nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sayangnya emang harus diri sendiri yang aktif seleksi Mba :)

      Delete
  9. Sebelumnya gak tahu ada web LPPOM MUI.
    Sudah cek ke TKP, dalam bentuk PDF, banyak banget yaa. Sayang tidak ada tombol searchnya. Lumayan pening cari produknya. Hehehe...
    Salam kenal dari bumi Borneo yaaa :).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga Mba Rosana :)

      Iya emang banyak banget, ratusan halaman hahaha paling ya kudu cari dg bantuan ctrl + f :p

      Delete
  10. Jadi bertanya-tanya, minyak bulus itu halal gak ya? Hehehe

    Kayaknya gak semua produk yg mengandung hewan itu haram juga sih menurutku, kayak mengandung minyak ikan? kalau skincare meresap ke kulit masuk ke darah itu sama gak sih itungannya kayak kita makan daging trus masuk dalam tubuh kita?

    Aku kok jadi penasaran, hehehe, memang LPOM MUI penting banget.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Mer, kenapa harus minyak bulus coba, aku kan jadi minder hahaha

      Iya emang ga semua kok Mba, tapi kebanyakan yg haram-haram kan berasal dari hewan, bahkan hewan halal yg disembeli ga dg tata cara islam kan jg jdnya tetep haram :") Logikanya mirip Mba, sama-sama masuk ke dalam tubuh kan ya? hehe

      Delete
  11. wah ini menarik banget nih mbak.
    sebenarnya saya bukan orang yang skincare harus halal apa gimana, tapi saya tipe yang mendukung skincare cruelty free dan vegan dan kalo halal kudunya pasti cruelty free juga kan ya?
    untung di Indonesia udah ada merk merk kosmetik yang disertifikasi halal, jadi gak sulit nyarinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, harusnya sih gitu Mba Agi. Makanya ini aku berasa diuntungkan banget di Indonesia yang dikit-dikit kudu ada fatwa halal haramnya, jd usaha yg dikeluarkan ga ekstra banget kyk klo hidup di negeri barat sana :p

      Delete
  12. Kalau enggak halal enggak dapat sertifikasi dari MUI dong... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau produksi Indonesia emang iya Mba, tapi kan banyak juga kosmetik produksi luar negeri yang beredar di masyarakat tp "ilegal" :p

      Delete
  13. Oh aku baru tahu kalo kosmetik itu perlu adanya status halal...
    jadi mikir2 lagi deh nanti kalo mau beli bedak *lho aku kan cowo

    maksudnya bedak gatel...heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk aku pribadi sih Mas hehe, beberapa orang juga ada kok yang tidak mempermasalahkan status kehalalannya. Asal produsennya terpercaya aja udah cukup hahaha

      Kalo mau bedakan juga boleh lho, Mas hahaha minimal kan besok kalo nikah cowok tetep dibedakin :))))

      Delete
  14. Saya juga selalu ingin pake produk kosmetik halal supaya berkah mba.

    ReplyDelete
  15. it's good to know whether your make up is halal or not. I stick to vegan cosmetics..it feels good as well :)

    ReplyDelete
  16. Astaghfirulloh.... Untung eike nggak pake kosmetik bo, hahahahahahahahaahaha 😀

    But, very nice sharing. Saya terapin buat istri

    ReplyDelete

Comments are loved. I read every single of them. Make sure you use active profile when leave comment so I can visit your blog too. By the way, don't hesitate to follow my blog because I'm following back! Have a pleasant visit and don't forget to come back! ❤

Custom Post Signature

Custom Post  Signature