October's Roundup: Who do you think you are?

| On
5:20:00 PM

Happy Halloween! Thank God, It's Monday!

Memasuki akhir bulan Oktober, seperti dua bulan lalu saya mewajibkan diri saya sendiri untuk mengulas satu bulan ini saya ngapain aja. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan untuk mengevaluasi sudah sejauh mana saya berkembang dan mendekati goals tahun ini. Selain itu juga untuk mensyukuri apa-apa saja yang bisa saya lakukan dan bisa saya dapatkan dalam kurun satu bulan. Posting bulan lalu sengaja saya taruh lagi di draft, suatu saat akan saya publish kembali. Semoga saya "berani" hehe :p

Here's my October's Roundup:

1. I can stand on my own!
Ya, setelah drama bulan September lalu, saya jatuh berkali-kali. Sungguh berkali-kali. Susah payah saya berjuang untuk bisa berdiri lagi, namun nyatanya semesta tidak sebaik itu untuk mendukung. Banyak manusia yang karena ketidaktahuannya tidak sengaja menyenggol pondasi yang sudah sekuat tenaga saya bangun. Iya, saya selemah itu, saat itu. 

Suara-suara tidak enak entah bagaimana caranya selalu bisa saya dengar dan sukses membuat saya mengurung diri satu minggu full. Selama satu minggu itu saya menyadari bahwa kualitas hidup saya tidak normal, sedikit lagi mungkin saja saya depresi, mungkin. Seluruh akses ke dunia luar terutama media sosial saya matikan. Beruntung selama satu minggu itu listrik di rumah terkena gangguan selama tiga kali, jadi no electricity means no wifi, no wifi means no virtual life hahaha.

Satu minggu ini saya berkontemplasi dengan diri sendiri. Merenung, mengevaluasi, menguatkan diri sendiri. Menangis sampai tidur dan tidur sambil menangis saya alami. Seisi rumah pun sudah maklum, kalau tidak bisa dikatakan kebingungan bagaimana harus "menguatkan" saya. Meski juga sering saya dengar dari kamar bapak telpon ibuk menanyakan kabar saya, atau sebaliknya ibuk menelpon bapak laporan kalau saya sudah keluar kamar untuk makan, mandi, atau sholat.

Setiap hari dalam satu minggu itu saya memiliki pikiran untuk seek for profesional help, saking saya takutnya ga bisa self-help. Tapi juga saya memiliki ketakutan bahwa saya akan dicap "sakit mental" atau stigma lain yang melekat jika seseorang mengunjungi psikolog (ya, saya sendiri mahasiswa psikologi, tapi nyatanya saya punya ketakutan itu. Atau justru karena saya mahasiswa psikologi? hmm). Begitu. Tapi pada akhirnya saya tetap memilih untuk self-help. Berhasil? Alhamdulillah :)

Hari Minggu, 9 Oktober 2016 saya bertekad: SUDAH! Terus meratap ternyata capek juga ya. Saya juga toh tidak bisa kembali ke masalalu untuk memperbaiki keputusan itu. Tapi saya punya hari esok, saya bisa memperjuangkannya sebagai tanggung jawab atas keputusan yang dijatuhkan pada waktu yang lalu. Masa bodoh dengan omongan orang, mereka toh hanya penonton, tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, jadi buat apa diambil pusing?

Saya sudah "puas" mengurung diri. Tiba saatnya untuk bangkit lagi, untuk yang kesekian kalinya. Bedanya, pondasi yang saya susun setelah hari Minggu itu sudah lebih kuat, tak lagi roboh hanya dengan tiupan gosip, atau bahkan tendangan langsung dari para penonton yang tidak suka melihat saya sudah bisa berdiri lagi. Senyum dan tawa yang keluar dari bibir tak lagi palsu, tak lagi hanya sebagai citra bahwa "saya baik-baik saja" demi tidak terlihat lemah dan semakin mudah dijatuhkan penonton.

Senin, 10 Oktober 2016 adalah hari pembuktian bahwa saya sudah benar-benar bisa berdiri lagi dengan kaki saya sendiri. Langkah demi langkah saya tapaki, bertemu lagi dengan orang-orang, tanpa rasa minder yang mendominasi. Ya, jujur saya masih minder, bahkan sampai sekarang pun. Tapi sejah hari itu saya tidak mau lagi "memenangkan" perasaan negatif dalam diri saya. Saya merasa menang dalam perlawanan dengan diri saya sendiri ini dan saya bangga! Seperti yang orang-orang bilang: positive vibes only! :D

2. I'm surrounded by the love of Allah!
Saya bersyukur, di tengah keterpurukan saya bulan ini tidak menjadikan saya lupa dengan Allah Yang Maha Berkehendak. Saya pernah melewati masa dimana saya sedikit atheis, tidak mengakui keberadaan Tuhan, karena menganggap Tuhan tidak adil dengan memberikan cobaan untuk saya seberat ini. Tuhan tidak adil ketika orang lain yang bahkan karyanya tidak lebih baik dari saya diberikan kelancaran, kemudahan, dan saya menyaksikan sendiri proses pembantaian itu. Sungguh Tuhan, ini tidak adil.

Bersyukur fase itu hanya berlangsung sangat sebentar, sebentar sekali, setelah itu saya merasakan bahwa saya justru beruntung mendapatkan ujian ini, sekarang. Artinya, sebentar lagi saya akan "naik kelas". Di samping itu saya juga sadar bahwa Allah tidak akan memberikan cobaan melebih kemampuan hambanya dan sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, bukan?

Allah tentu tidak pernah memberikan ujian kepada hamba-Nya jika Ia tidak mengetahui batas kemampuan hamba tersebut. Ya, Allah itu Maha Tahu akan segala ciptaan-Nya, baik itu yang ukurannya besar maupun yang terkecil sekalipun. Tidak satupun dari semua itu yang luput dari pandangan dan rencana-Nya. Tidak pernah sekalipun rencanya-Nya meleset dari tujuan awalnya. Tidak. Begitupun saya sebagai manusia. Allah lebih tahu akan kemampuan dan kapasitas saya sebagai makhluk ciptaan-Nya dibanding diri saya sendiri.

Jadi, kenapa saya harus merasa bahwa saya tidak sanggup melaksanakan sesuatu? Ada Allah tempat saya dapat bergantung dan mengadu. Mengapa saya harus merasa begitu terpuruk dan sedih saat saya tidak mencapai apa yang saya inginkan? Ada Allah yang dapat menghibur dan melapangkan hati saya. Mengapa saya harus merasa sendiri dan marah jika saya mendapat tugas dan amanah yang banyak? Ada Allah yang lebih mengetahui kapasitas dan kemampuan saya dalam menyelesaikan dan mengerjakan sesuatu. Ya, bukankah Allah selalu ada untuk saya? Alhamdulilahirabbil'alamin :)

3. I (still) have friends and (normal) social live!
Saya semakin menyadari bahwa perasaan negatif selalu bersumber dari prasangka yang ada dalam diri sendiri sejah drama ini menimpa saya. Prasangka inilah yang membuat saya selalu mencari-cari pembenaran akan prasangka tersebut. Hal yang tadinya biasa-biasa saja, bisa jadi bukti bahwa prasangka ini benar, dan membuat saya semakin menarik diri dari dunia sosial. Prasangka bahwa tidak ada orang yang peduli dengan saya, prasangka bahwa teman-teman menjauhi saya, prasangka bahwa saya tidak lagi sebaik itu di lingkungan sosial. 

Meski untuk beberapa kasus ada benarnya untuk orang-orang "tertentu" yang kekeuh tidak mau tahu (haters gona hate, right?), prasangka ini ternyata salah. Salah besar karena saya tidak berusaha meraih pertolongan yang diberikan oleh lingkungan karena saya terlalu takut untuk membuka diri. Saya takut untuk terlihat lemah dan sangat butuh bantuan orang lain untuk bisa bangkit lagi. Saya terlalu fokus terlihat kuat di hadapan orang-orang "tertentu" sehingga saya sedikit mengabaikan  dan tidak sengaja menolak orang-orang yang benar-benar peduli dengan saya yang berusaha mengulurkan tangannya dengan sukarela. Sorry. My bad :(

The psychology of friendship is complicated, and the feeling of companionship doesn't all come from the other person. I have to be willing to "let people in" -- ask for help when I'm down, confide my secrets, be willing to be embarrassed together, go through difficult times side by side. Have I made the effort to let a few people really know me, warts and all? Someone told me that once you have people like that in your life, you never lose them, even if you move away and don't talk for a year at a time. Pick up the phone or email one of them any time you feel that the world is just too impersonal and nobody really cares. We all feel that way sometimes.

Setelah saya menyadari bahwa saya harus let people in, pondasi saya justru semakin kuat setelahnya. Semakin banyak orang-orang yang benar-benar peduli menghampiri saya, baik yang hanya sekedar memberi semangat untuk menguatkan, menawarkan bantuan, bahkan bersedia menjadi one-call-away companion. Saya sungguh teraharu. Saya justru merasa bersalah ketika mereka malah memaklumi saya yang belum siap menerima bantuan dari orang lain, mereka memahami bahwa saya memang perlu waktu untuk sendiri, sampai akhirnya saya siap menerima bantuan. Orang-orang ini, setelah saya baca ulang chat-nya, menyelipkan kata-kata I know you need some times to figure out what you're gonna do. I'll support whatever decisions you made. Just tell me when you're ready dengan bahasanya masing-masing. Dan mereka benar-benar tidak meninggalkan saya :)

Kehidupan sosial saya juga normal. Citra buruk itu benar-benar hanya ada di dalam pikiran saya saja. Saya hanya takut jika orang-orang menilai saya buruk, tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi. Lalu apa sih yang sebenarnya terjadi? Hmmm saya sendiri belum berani bercerita soal ini, yang jelas, saya cukup tenang banyak teman saya yang baik hati yang membantu meluruskan isu-isu tidak benar yang kadang menyebar. Alhamdulilah yaa Allah saya dikelilingi orang-orang baik ini.

Orang-orang baik yang mendengar kabar versi tidak benar juga Alhamdulilah langsung mengklarifikasi ke orang-orang terdekat saya. Tak jarang juga saya heran orang-orang ini kenapa tiap ketemu saya langsung memberikan pelukan dan sapaan hangat. 
"Aku tau Nop ini nggak mudah, tapi aku yakin kamu bisa. Semangat ya!"
"Dari sekian banyak orang, aku tau kenapa kamu yang dipilih Allah buat dapet pelajaran ini, kamu kuat banget Nop!"
"Nop, sumpah, kamu kuat banget. Aku ga yakin aku bakal sekuat kamu kalo aku ada di posisimu sekarang."
"Enop, semangat ya!"
"Enop, aku percaya kabar yang aku dengar itu ga bener, makanya aku tanya xxxx. Enop sekarang gausah mikirin hal yang lain, gausah dipikirin itu omongan orang. Yang penting Enop semangat!"
dan semacamnya. Alhamdulilah. Alhamdulilah. Alhamdulilah.
"Surround yourself with people who make you happy. People who make you laugh, who help you when you're in need. People who genuinely care. They are the ones worth keeping in your life. Everyone else is just passing through." -- Karl Marx
No, I'm not lucky. Yes, I'm blessed. 
39 comments on "October's Roundup: Who do you think you are?"
  1. Meskipun aku ga tahu apa yg sudah kamu alami... smg kedepannya semakin baik dan happy y dik :)

    Salam kenal.... ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, terimakasih Mba. Salam kenal juga :D

      Delete
  2. Sometimes you just could not tell someone directly about what you're facing or what you're thinking about or how your feeling is. In other hand, keeping that by your self might be so hard. Then, sharing that on the blog and letting people know about that is really decrease your hard time. Even sometimes we got some suggestions or helpful tips from other bloggers. And that's really healing pain, cure sickness, help hardness. I do experienced that ALOT ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes, indeed, it is. Thank you for sharing & stopping by :)

      Delete
  3. I can relate to this post so much!! And btw, keep writing! This blog will surely be a good personal blog.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you Emma, it was a pleasure to read your comment ❤

      Delete
  4. Writing does help you in life sometimes and help you think more rationally and gets the little things out of your mind. As for you, I hope writing will help you release some of that fear.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you Wynne! Getting my fears down on writing is important, because trying to think them through doesn’t work. I get caught in endless loops of negativity that only lead me further down the rabbit hole, and make my life miserable huft :(

      Delete
  5. The one that has always helped me the most is positivity. You really can’t fail when you’re always seeking the positive outcome, even though the voice inside your head tells you otherwise. Gotta learn to turn that voice off and just go for it! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. All great changes happen through positive thinking, no? 🙂

      Delete
  6. langsung jatuh cinta sama blognya kak, dan postingan pertama yang aku baca. aku yakin ini bagian dari skenario Allah, meski aku tidak tahu masalah kaka apa, tapi isinya ada solusi yang mungkin bisa juga aku lakukan untuk masalahku. Tetap semangat ya ka! Jadikan sabar dan sholat sebagai penolong kita *bighug*

    ReplyDelete
  7. Hanya kekuatan dan rahmat dari Alloh yang bisa menolong diri, juga kekuatan hati diri sendiri dan doa ortu ya mbak, salam kenal

    ReplyDelete
  8. Nggak ada hidup yang sempurna mba, sekalipun keliatannya perfect, semu mba. Semuanya sama punya masalah masing-masing. Allah maha adil kok. Tetep semangat ya jalani hidup yang berliku ini, masih banyak yang bisa dilakukan, terutama yang bermanfaat buat orang lain.

    youre not alone *nunjuk diri sendiri* hehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hueeee aku terharu. Sharing di blog does help, really. Tanggapan yang hangat dan saran-saran terkadang memang bisa menyembuhkan dan memberikan kekuatan tersendiri. Terimakasih yaaa :)

      Delete
  9. Enop, blognya cantik sekali! Aku malah yang sepertinya terlambat tau tentang kabar "itu". Semangat Enop <3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aw dikunjungi Nisrina hihi makasih yaaa :3
      Yup, gapapa Nis, aku udah tegar kok wkwkwk ❤

      Delete
  10. sing sabar aja, usahakan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Btw, baru pertama ni mampir ke blog ini. Salam kenal ya! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Will do masnya hahaha makasih dah mau mampir, salam kenal juga yaaa abis ini aku kunjung balik :D

      Delete
  11. halo mbaaak!
    stay strong, aku ngga bisa bayangin gimana rasanya jadi dirimu, but i always say this to my closest friend:
    "tau awkarin kan? dia dihujat se indonesia. dilaporin KPAI. apa dia down? ngga, dia punch back, dia fight back. she doesn't let strangers opinions defines her. bayangin abis patah hati, diinjek pula sama seindonesia raya. kalo orang dengan kelakuan se'bubar' itu bisa stay strong, kenapa kita nggak?"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huaaa sure it's helping! Thank you Mba Agi :3

      Delete
  12. segala kesulitan yang sedang melanda akan semakin sulit jika kita tidak segera kembalikan semua yang kita dapatkan selama ini kepada sang pemilik hidup dan kehidupan Allah Swt...kebetulan ada 6 langkah mengatasi kesulitan di rumah saya...eh...kok malah promo sih....tapi siapa tau bisa membantu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah terimakasih tawarannya, nanti saya coba mampir yaaaa :D

      Delete
  13. Kesulitan bisa menjadi saringan terhadap kawanmu, you'll know who's your true friend, true family. Be Happy November is here, a happy life waiting for you. Smile.. as always :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sure Mba Irly, I'll keep my circe small bcz i rather be able to count on a few people 100% than to have hella people who's never there for me. Thanks anyway :)

      Delete
  14. Move on mbak... move on... Masih banyak hal lain yang bisa kita gapai di dunia ini. Gagal di salah satu hal, maka harus sukses di hal lain.

    Oh iya, btw, kok kayaknya aku cowok kedua yah yang komen di blog inih, hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulilah sudah move up, Mas hehe. Terimakasih juga sudah mampir dan berkenan meninggalkan jejak di blog ini :D

      Delete
  15. Segala ujian pasti ada hikmahnya. Tetap semangat ya mba :)
    Salam kenal. Alida

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo Mba Alida, it is indeed! There is no word called 'give up' in my dictionary :D

      Delete
  16. walaupun aku ga tau itu apa, tapi selalu yakin mba setiap ujian pasti ada hikmahnya... tergantung bagaimana kita menyikapi ujian tersebut.

    Namanya hamba Allah pasti kita diuji terus biar "naik level" hehe
    Salam kenal ya Novi, suka dengan blognya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba, ini sekarang masih nunggu penerimaan rapport, semoga naik kelas beneran hehehe terimakasih yaaa sudah mampir :D

      Delete
  17. Setiap masalah yang kita hadapi, menuntut kita untuk lebih lebih survive. Tak ada jalan lain untuk maju selain terus melangkah, hadapi semua rintangan dengan lapang dada, dengan suatu keyakinan, yang terbaiklah yang akan kita dapati bila kita berusaha meraihnya dengan segenap daya-upaya, dan doa yang tulus ikhlas :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju banget, Kang! Nggak ada jalan pintas untuk hasil yang baik :)

      Delete
    2. Trims sudah mampir balik di blog 'acak-acakan' saya, hehe... semoga nggak bosen yah.. :)

      Delete
  18. Tetap semangat menjalani hidup..
    karena ujian masing-masing individu tidak ada yang sama, ada takaranya :-)
    Salam kenal ya mbak, mampir juga ke Blog ane. Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yoi, sesuai sama "level"-nya. Salam kenal juga Mas, nanti saya mampir balik :D

      Delete
  19. Super sekali sih neng, tulisannya bisa sebagai refleksi diri yah. Cool.

    BTW gimana caranya tidur sambil nangis??

    Salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha saya juga gatau Mas, bangun-bangun bantal udah basah (bukan iler) trus sedih aja gitu rasanya hahaha

      Salam kenal juga Mas :)

      Delete

Comments are loved. I read every single of them. Make sure you use active profile when leave comment so I can visit your blog too. By the way, don't hesitate to follow my blog because I'm following back! Have a pleasant visit and don't forget to come back! ❤

Custom Post Signature

Custom Post  Signature