August's Roundup: Gratitude Note

| On
8:41:00 PM

Over the last few days, I delighted in a few of life's simple pleasures. It's so important to find joy in even the smallest of things that pass us by each day. I find when I stop and either snap a picture or just spend 10 seconds appreciating all things beautiful that surround me, it makes time slow down and joy increase. It's a win win. I want to remember to not just be thankful during the month of November-- on my birthday. Instead, I want to be thankful every single day. And enter into the fullness of life, the way Allah intends it! 

Untuk mencapai itu, saya akan memulai sebuah proyek bulanan yaitu dengan menuliskan hal-hal apa saja yang membuat saya lebih bersyukur dalam satu bulan. Kenapa bulanan? Karena masih sulit bagi saya untuk menuliskannya setiap hari, juga untuk merutinkan jadwal posting di blog, jadi minimal dalam sebulan pasti ada satu tulisan yang akan saya hasilkan. Semoga istiqomah. Saya akan memulainya dari bulan ini, bulan Agustus. Jadi, apa saja yang bisa saya syukuri bulan ini? Let's see how far I've been grateful. 
1. My mom's 56th birthday. Remember about my personal goal about having balance in life? You can read it here. Masih bisa merayakan ulang tahun salah satu anggota keluarga dengan personil lengkap adalah sebuah keistimewaan. Setelah tahun lalu saya melewatkan hari ulangtahun kedua orangtua saya karena saya sedang menjalani KKN di Sabang. Dan tahun-tahun sebelumnya yang saya disibukkan dengan kegiatan kampus yang ini-itu. Tahun ini saya merasakan kembali kehangatan keluarga, dan saya tidak akan menyesali keputusan saya untuk selalu put family first, put family over everything. Dimulai dari ulang tahun adik di bulan Mei, ulang tahun bapak di bulan Juli dan ulang tahun ibu di bulan Agustus, serta ulang tahun saya nanti di bulan November. Saya sepenuhnya menyadari bahwa ketika saya semakin tumbuh dewasa, maka orangtua saya pun menua. I love my family and cheris every moment I spend with them.
2.  Hari Kemerdekaan Indonesia ke-71! I used to be anak-rumahan because of my protective parent and lingkungan rumah yang tidak mendukung kemajuan --yes, my neighborhood is so primitive. Kalau kalian pernah melihat akun facebook yang suka menyebarkan hoax, debat kusir berbau agama, dan tapi tidak malu memamerkan badan, itulah tipikal tetangga saya, bedanya mereka tidak memiliki facebook. Demi melindungi anaknya agar tidak terkontaminasi, orangtua saya memfasilitasi segalanya agar anaknya tidak banyak berinteraksi dengan manusia-manusia "salah gaul". Sisi negatifnya adalah setelah lulus SD saya tidak banyak memiliki teman di rumah dan tidak pernah diikutsertakan dalam kegiatan-kegiatan kampung-- yang sejujurnya sangat saya syukuri. Bahkan ketika Bapak saya mengemban jabatan di kampung, saya ikut kepanitiaan hanya bagian ketik-mengetik saja, tanpa pernah berinteraksi dengan panitia lain. Tapi tahun ini berbeda! Saya akhirnya bisa ikut perayaan tahunan semacam ini di rumah, meski beda kampung. Suuuuuuper seru. Keseruan ini tak mungkin bisa saya rasakan jika tidak ada campur tangan dari kakak sepupu saya, sebut saja Mas Wahyu. Dia mengusulkan untuk mengikutsertakan kedua adiknya --saya dan adik saya-- untuk ikut berpartisipasi dalam organisasi pemuda di kampungnya. Mas Wahyu bahkan membuatkan kami berdua tabungan pemuda sebagai syarat keanggotaan. Jadi mulai Agustus ini saya resmi tergabung dalam Karang Taruna, dan setiap awal bulan saya akan mendapatkan undangan rapat rutin secara resmi. Wow! Saya merasa menjadi bagian dari sebuah lingkungan sosial, dan semoga ini baik bagi saya :)
3.  Apa kabar skripsi? Well, setelah merasakan susahnya menemui dosen pembimbing dengan jadwal yang sangat padat, sms yang tak kunjung di balas, kepo jadwal mengajar dosen hingga mengejarnya sampai ke kelas, akhirnya skripsi saya mulai mendekati ujung. Sempat deg-degan karena hipotesis minor kedua ditolak dan otak saya tidak "sampai" memikirkan bagaimana harus menjelaskan dan membahas kenapa bisa hipotesis ini ditolak. Berkat bimbingan seorang teman, tak sengaja malah menemukan adanya satu outliers dalam penelitian, dan voila ketika dihapus hipotesis saya diterima semuanya. Se-mu-a-nya! Ibu dosen hanya memberikan revisi minor terkait pembahasan saya dan malah langsung meminta saya untuk bergegas. Saya senang sekaligus deg-degan. Saya diberikan satu minggu untuk melakukan finalisasi untuk kemudian bisa mendaftar ujian.  Alhamdulilah. Setelah Mei tak terkejar dan Agustus sudah menuju habis, semoga perjuangan ini segera selesai di September Ceria. Aamiin :)
4. Wisuda Agustus 2016! Memiliki kesempatan untuk reuni dengan sahabat-sahabat lama dalam kesempatan ini. Siapa yang menyangka manusia-manusia awan dan ingusan kembali bertemu dan berkumpul --meski tidak dalam formasi lengkap karena satu dua orang sudah bekerja-- dalam momen wisuda. Kami sudah pintar! Hahaha. Kembali bernostalgia dengan kehidupan masa SMP dan update kabar terkini dengan sahabat sangat menyenangkan. The one thing that scares me about life is that everything eventually just becomes a memory. Apparently, ketakutan itu hanyalah ilusi semata, ketakutan yang saya ciptakan sendiri. Mereka memang berubah, mereka memang susah untuk ditemui bahkan dihubungi, tapi mereka tidak lupa, kami tetaplah spesial. Sampai jumpa lagi di wisuda & ulangtahunku ya! :)
5. LDR story, apakabar hati? Perkara hati memang tidak simple. Sangat rumit. Apalagi jika ada jarak terbentang yang selalu bisa jadi kambing hitam pada setiap perselisihan, meski jarak tak selalu jadi masalah, tapi dia selalu disalahkan. Padahal kaminya saja yang tak mau saling mengalah ketika komunikasi sedang lemah. Entah sudah berapa kali saya dan Mas Aldo berselisih paham bulan ini. Mulai dari masalah sangat sepele sampai ke hal krusial menyangkut keputusan kami untuk mempersiapkan diri agar mantap menuju komitmen yang lebih serius serta perencanaan keuangan setelah itu. Semuanya menjadi drama berkepanjangan hampir mengalahkan Tersanjung dan Cinta Fitri, saya sih yang terlalu mendramatisir sebenarnya hehe Mas Aldo di seberang Kalimantan sana tetap saja cool alias cuek. Taaaaapi selalu ada hal yang bisa saya syukuri dalam hubungan ini. Sebesar apapun badai yang kami ciptakan sejauh ini, justru membuat kami lebih mengenal satu-sama lain, kami pun menjadi tahu apa yang sebenarnya kami inginkan, dan membuat kami bertahan dan saling menguatkan. Semoga sibukmu dan sibukku adalah sibuk yang baik, yang mendekatkan rezeki yang baik, yang mampu membuat Allah percaya kita berjuang di jalan yang baik. I'll see you soon, Mas Aldo. No more distance & "distance" I hope.
6. Kembali merasakan sakit luar biasa saat datang bulan. Saya memang memiliki riwayat tidak menyenangkan dengan haid. Selama ini, haid yang saya rasakan tidak pernah tidak sakit. Bahkan dihitung dengan jari dalam satu tangan belum genap tamu bulanan datang dengan "ramah". Seingat saya. Datang lebih awal beberapa hari sakit. tepat waktu lumayan sakit, tapi kalau sudah telat sehari saja alamak sakitnya ampun-ampunan. Tapi alhamdulilah meski sakit, saya tidak memiliki kelainan, ya memang sakit saja, mungkin karena saya terlalu kurus, kata dokter sih seperti itu hehe. Rutin dan siklusnya terartur, paling hanya selisish 1-2 hari dari prediksi sehingga tidak perlu khawatir. 
7. Hutang puasa ramadhan berapa hari? 8 hari dan sudah lunas doooooong. Alhamdulilah target untuk melunasi hutang puasa sebelum Agustus berakhir resmi tercoret. Meski sedikit khawatir karena akhir bulan tamu datang dan menyisakan satu hari belum dibayarkan. Hari Senin (29/8) kemarin ini menjadi hari terakhir puasa wajib untu bayar hutang ramadhan yeeeeiy! Ga boleh lagi menunda-nunda membayar hutang, pengalaman yang lalu, hutang puasa lunas 3 minggu sebelum ramadhan datang dan kejar-kejaran dengan jadwal haid hahaha, ga lagi-lagi deh yaaa.
What did I learn? Menuliskan tujuh hal di atas membuat saya merasa lebih baik. Di akhir bulan ini saya melakukan refleksi atas apa yang sudah saya lakukan di bulan ini dan mengevaluasi target-target apa saja yang sudah berhasil saya coret. Meski ada beberapa hal yang belum bisa dikatakan sesuai target, kembali mengingat hal-hal yang sudah berlalu membuat saya menyadari bahwa ternyata lebih banyak hal yang bisa saya syukuri dibandingkan saya sesali. Saya harus bisa lebih berfikir positif agar tidak hanya mengingat hal-hal yang negatif saja karena itu tidak baik. See you at upcoming gratitude note, next month!

Source: Here.
Enjoy and I hope you can find joy in some of the simple pleasures you come accros!
Be First to Post Comment !
Post a Comment

Comments are loved. I read every single of them. Make sure you use active profile when leave comment so I can visit your blog too. By the way, don't hesitate to follow my blog because I'm following back! Have a pleasant visit and don't forget to come back! ❤

Custom Post Signature

Custom Post  Signature